Assange Didukung Para Hacker

Pemerintah sebenarnya sangat mengecam Julian Assange. Namun dukungan untuk Julian Assange dari berbagai pihak terus mengalir, terutama dari para rekan seprofesi Assange, para peretas komputer ( Hacker ). 

Para pendukung Assange juga telah melancarkan serangan, Situs penyedia layanan transaksi online Paypal yang telah menolak Wikileaks diserang. Paypal diserang DDos ( Distributed Denial of Service ) dari para pendukung Assange yang menaruh simpati pada Wikileaks. Layanan utama Paypal memang tak terganggu, namun serangan yang berlangsung selama delapan jam itu menarget situs Paypalblog.com hingga mengakibatkan akses ke situs tersebut terganggu 75 %. Penyedia solusi keamanan keamanan internet, Panda Security mengakui adanya serangan balas dendam terhadap Paypal dengan kode operasi "Operation Avenge Assange"



MasterCard dan Visa juga mengalami nasib yang serupa. Perusahaan yang memblokir aliran sumbangan ke Wikileaks itu diserang pada Rabu 8 Desember 2010. Kodem Operasi yang digunakan peretas Anonymous kali ini yaitu Operasi Balas Dendam atau Payback Operation. Sebelumnya kalangan peretas yang menaruh simpati pada Wikileaks bertekad untuk melancarkan cyber war jika Wikileaks terus diserang. Operasi Balas Dendam dilakukan kelompok peretas yang diduga beranggotakan 1.500 sampai 2.000 orang. Mereka menyerbu situs MasterCard dan Visa hingga keduanya sulit diakses. Serangan itu terjadi setelah keduanya menyatakan tidak lagi memproses aliran dana publik yang ditujukan untuk Wikileaks.

Dukungan untuk Wikileaks tak hanya dari kalangan para peretas, namun juga para Pejabat Negara. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menyatakan penangkapan Julian Assange sangat kontradiktif dengan demokrasi yang selalu digaungkan Barat. "Kenapa Assange dipenjara ? Apa inni yang disebut demokrasi ?" tanya Putin. Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula Da Silva mengatakan bahwa penahanan Assange dinilai keterlaluan. Lula menyatakan bahwa penahanan Assange merupakan pukulan telak terhadap kebebasan berekspresi. Lula juga menyerukan solidaritas internasional untuk Assange yang kini ditahan di Inggris.
LihatTutupKomentar