Cara Mengingat Apapun yang telah kita Pelajari


 Mengingat sesuatu kadang cukup merepotkan, tidak jarang saat membaca buku atau menonton video, kita cenderung lupa apa yang sebenarnya disampaikan, entah itu materinya yang terlalu sulit untuk dipahami atau kita sendiri kurang memberi perhatian. Perlu diketahui juga bahwa ada perbedaan besar dan mendasar antara merasa tahu dengan benar-benar memahami sesuatu.

Jadi, bagaimana caranya agar apa yang kita baca dapat terserap dan dimengerti dengan baik? Pertama, kita harus mengerti dahulu bagaimana cara kerja bagian-bagian memori di dalam otak. Pada dasarnya, memori terbagi dua bagian yaitu short-term memory dan long-term memory.


Short-term Memory

Anggaplah short-term atau working-memory seperti penyimpanan sementara, dimana ini adalah tempat menyimpan informasi baru sementara otak menghubungkan dengan informasi lainnya. Contohnya seperti seseorang yang mencoba mengingat alamat tujuan sambil mendengarkan instruksi yang diberikan untuk menuju kesana

Atau contoh yang lebih sederhana seperti saat kamu membaca post-post di facebook dan twitter yang bahkan tidak akan kamu ingat nantinya. Memori seperti ini tidaklah bertahan lama melainkan hanya 18 hingga 30 detik saja kecuali kamu terekspos dengan informasi tersebut secara terus menerus maka informasi yang kamu dapatkan akan diteruskan ke long-term memory.


Long-term memory

Long-term memory adalah tempat penyimpanan data atau memori secara jangka panjang. Disini tempatnya memori-memori yang kamu anggap penting seperti halnya tanggal ulang tahun dan pengalaman paling berkesan. Memori yang berada disini berasal dari working-memory, hanya akan diteruskan apabila informasinya digunakan secara aktif, lalu baru bisa menjadi semi-permanen.

Jadi triknya adalah membuat apa yang kita baca, lihat dan dengar bisa masuk ke dalam long-term memory dimana ingatannya akan bertahan selama berbulan-bulan bahkan juga bertahun-tahun dengan catatan seberapa sering kita menggunakan informasi tersebut secara aktif. Nah, setidaknya ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Contohnya :

  • Information Recall

 Setelah kamu membaca satu bab atau menonton satu video, coba ambil jeda dan ingat apa saja yang telah kamu dapatkan. Dalam proses melakukan metode tersebut, ada baiknya kamu juga bersikap kritis, maksudnya kamu bisa bertanya dengan nada setuju atau tidak setuju sehingga input yang kamu dapatkan bisa lebih terekam di memori.

Jordan Peterson selaku psikolog klinis juga menyarankan untuk menulis apa yang kamu ingat dan pendapatmu tentang hal tersebut. Intinya habiskan waktu untuk memikirkan informasi yang kamu dapatkan agar nantinya ketika dibutuhkan, memori akan lebih mudah terpanggil. Ini tidak hanya membuat kamu tahu tapi juga membuat kamu mengerti secara kompleks.


  • Teknik Feynman

Teknik ini cukup populer di kalangan banyak orang, dikembangkan dari cara belajar seorang fisikawan terkenal bernama Richard Feynman. Cara belajar ini memusatkan pada pemikiran atau penjelasan yang sederhana guna memahami suatu konsep atau permasalahan yang cukup kompleks maupun rumit.

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memilih suatu topik yang ingin kamu pelajari, bisa jadi itu buku atau video. Lalu tulislah poin-poin penting atau penjelasan yang kamu dapatkan seolah-seolah saat kamu menjelaskan pada orang lain yang tidak mengerti topik tersebut.

Berpura-puralah seperti mengajari anak kecil, ini memaksa kamu untuk menyederhanakan informasi yang kamu dapatkan sehingga lebih mudah untuk dimengerti oleh banyak orang bahkan anak kecil sekalipun. Jika orang lain dapat dengan mudah meresap apa yang kamu katakan, ini menunjukan kamu benar-benar paham akan topik yang sedang dipelajari.

Jika kamu mengalami kesulitan, pelajarilah topik tersebut kembali, ulang kembali sampai kamu benar-benar paham. Dan yang terpenting adalah bisa menjelaskannya secara sederhana, maka dari itu hindari penggunaan kata-kata panjang teknis nan rumit dan kalau bisa gunakan analogi-analogi. Bukankah lebih baik menjelaskan suatu yang rumit secara sederhana daripada menjelaskan suatu yang sederhana secara rumit?

Penggunaan teknik feynman dalam proses belajar dapat membantu kita memahami materi secara utuh dan kompleks. Orang-orang bisa mengerti apa yang kita katakan menjadi sebuah parameter seberapa dalam kita memahami suatu topik. Sebaliknya, ketidakpahaman orang lain membuktikan kita belum benar-benar mengerti apa yang sedang kita pelajari.

LihatTutupKomentar