Kenapa Pakaian Tentara Bermotif Loreng?

Halo sahabat Mas Dezta, kembali lagi dengan saya Mauli Dezta Lentama. Pada kesempatan kali ini Mimin akan membahas tentang Alasan Pakaian Tentara Bermotif Loreng. Penasaran? Kuy, langsung baca penjelasan berikut.

Baju loreng pertama kali digunakan pada awal tahun 1800-an oleh beberapa unit militer untuk melindungi diri dari tembakan senjata. Pasukan yang pertama kali menggunakan warna loreng adalah Resimen Senapan ke-95 dan Resimen Senapan ke-60. Pakaian itu dipakai saat perang Napoleon untuk memperkuat garis pertempuran tentara Inggris. Saat membawa Rifles Baker atau senjata dengan bayonet dan memperluas area pertempuran, pasukan ini menggunakan jaket hijau, berbeda dengan resimen lain yang menggunakan jubah merah tua.

Hal yang berbeda terjadi pada pakaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tidak sama dengan pasukan asing yang kebanyakan mengenakan warna coklat di putih, TNI memilih warna hijau. Alasannya karena medan di negara Indonesia didominasi pepohonan berwarna hijau, tanah dan kayu yang berwarna coklat, sehingga TNI lebih memilih pola M81 Woodland, yang populer sejak tahun 1981.

Nah, kenapa pakaian tentara bermotif loreng? Alasannya yaitu untuk melakukan kamuflase yang merupakan salah satu teknik pertahanan yang mengacu pada metode yang digunakan untuk membuat pasukan militer tidak terdeteksi oleh pasukan musuh. Motif loreng juga digunakan untuk menyembunyikan pasukan dari amatan visual sehingga pasukan bisa menyatu dengan medan pertempuran dan mengurangi bahaya sebagai sasaran tembak musuh. Karena menyatu dengan suasana disekitar, pasukan yang menggunakan seragam ini sekilas tidak akan terlihat, dan mengurangi kemungkinan sasaran tembak.

Bagaimana, sekarang sudah tau kan mengenai alasan Pakaian Tentara Bermotif Loreng dan Sejarah awalnya? Kalau begitu, sampai disini dulu artikel yang kali ini. Mimin akhiri terima kasih dan Salam.

LihatTutupKomentar