Bagaimana Cara Ilmuwan Mengukur Alam Semesta?


Halo sahabat Mas Dezta, benda-benda ruang angkasa jaraknya sangat jauh antara satu dengan yang lain. Contohnya bulan yang berjarak 384.000 KM dari bumi. Mungkin sebagian dari kalian kalian bertanya-tanya, bagaimana cara mengukur jarak yang jauh itu? Apakah para ilmuan memiliki meteran raksasa untuk mengukur itu semua?

Para ilmuan mengukur jarak yang begitu jauh itu menggunakan berbagai metode, mulai dari yang biasa dipelajari oleh anak-anak SMP sampai menggunakan alat-alat yang sangat canggih. Tapi bagaimana cara metode ini mengukur alam semesta?

Teleskop Radio

Metode yang pertama, para ilmuan memanfaatkan gelombang radio. Gelombang radio ini menggunakan teleskop yang bentuknya seperti antena tetangga, tapi besarnya mencapai lima kali lapangan sepak bola. Dengan metode ini, ilmuan mengukur jarak yang begitu jauh dengan mengukur waktu pantulan gelombang radio dari bumi ke benda langit yang dituju. Semakin lama gelombang radio kembali bumi, berarti semakin jauh pula jarak benda tersebut dari bumi.

Walaupun terdengar sangat canggih, tetapi metode ini adalah metode sederhana yang hanya efektif untuk mengukur benda-benda yang ada di tata surya kita saja, alias jarak terjauh dari menggunakan metode ini baru sampai di planet Jupiter. 

Paralaks Trigonometri

Sederhana nya, coba letakkan telapak tangan kalian sejajar dengan mata. Kemudian, tutup salah satu mata secara bergantian. Apa yang kalian lihat? Ya, tangan kita terlihat bergeser, Walaupun sebenarnya hanya diam.

Nah, fenomena ini lah yang digunakan ilmuan untuk menentukan jarak bintang di langit. Tapi para ilmuan tidak menggunakan telapak tangan untuk mengukurnya. Mereka melihat lokasi bintang di dua waktu yang berbeda. Dengan mengetahui jarak bumi dan matahari dan jarak perubahan posisi bintang, kita jadi tahu jarak bumi ke bintang tersebut.

Walaupun terlihat simpel dan ampuh, ternyata cara ini juga punya keterbatasan, yaitu tidak bisa untuk mengukur bintang yang jaraknya sudah ribuan tahun cahaya.

Redshift

Sederhananya, metode ini menggunakan sinar infra merah untuk mengamati objek yang super jauh. Jika cahaya dari objek berwarna semakin merah, berarti jaraknya semakin jauh. Sebaliknya, jika cahaya nya berwarna semakin biru, berarti jaraknya semakin dekat. Dari perubahan warna ini, ilmuan bisa menentukan kecepatan dan jarak benda langit yang diamati.

Metode ini juga bisa digunakan untuk mengukur jarak bintang yang jauhnya sudah diluar bayangan kita. Atau bahkan bisa mengamati lebih jauh dari galaxy Laniakea Supercluster yang jaraknya 520.000.000 tahun cahaya.

Selain metode-metode diatas, masih banyak sekali metode untuk mengukur jarak benda langit. Yang terpenting, kita jadi tahu para ilmuan mengukur jarak luar angkasa bukan menggunakan penggaris raksasa dan berterimakasih-lah kepada mereka karena telah mengingatkan kepada kita bahwa kita hanyalah sebuah titik debu kecil di luasnya dunia.

Bagaimana? Sudah tahukan Bagaimana cara mengukur alam semesta? Kalau begitu, terima kasih dan Salam.

LihatTutupKomentar