Kenapa Kanker Belum Ada Obatnya Sampai Sekarang?


Halo sahabat Mas Dezta, Virus yang sangat bahaya seperti Covid-19 bisa kita temukan vaksinnya dalam setahun. Tidak hanya itu, penyakit dengan level biasa hingga paling bahaya pun bisa ditemukan obatnya. Lalu bagaimana dengan Kanker? Kenapa sampai sekarang belum ada obatnya?

Jawaban sederhananya, karena Kanker adalah penyakit yang sangat rumit. Ibaratnya, seperti kita harus menyusun Puzzle yang sangat besar menggunakan kacamata hitam dan puzzle itu akan menyetrum ketika kita menyentuhnya.

Meskipun Kanker telah ditemukan sejak zaman Mesir kuno namun, hingga hari ini masih menjadi misteri. Sederhananya kanker itu seperti ninja. Pertama, kanker itu sangat ahli bersembunyi dari sistem keamanan tubuh kita. Kedua, mereka juga ahli dalam hal menggandakan diri dan mutasi. Dan kanker yang sudah hancur juga masih bisa muncul kembali. Sangat mengerikan bukan?

Lalu, bagaimana awalnya kanker bisa muncul? kanker muncul dikarenakan terdapat sel yang rusak akibat mutasi di dalam DNA. Normalnya, sel rusak itu mempunya sistem mematikan dirinya sendiri agar tidak merusak ke sel-sel yang lain. Tapi di sel kanker ini tidak bisa berfungsi dan malah membuat bertambah banyaknya sel yang rusak.

Mutasi di DNA juga acak, jadi kita semua punya risiko terkena kanker. Risiko terkena kanker makin besar jika hidup kita acak-acakan, seperti tidur yang tidak beratur, malas berolahraga, merokok, meminum alkohol dan makan sembarangan.

Jadi, bagaimana cara agar selamat jika terkena kanker? Untungnya, pengobatan kanker telah berkembang pesat selama puluhan tahun belakangan ini. Seperti dibasmi dengan obat-obatan kimiawi, menggunakan sinar radiasi atau dibedah dan diangkat. Meskipun dapat menimbulkan efek samping dan tidak semua pasien dapat diselamatkan.

Mungkin saja semua ini akan berubah ketika para ilmuwan sudah menemukan metode yang sangat ampuh untuk menyembuhkan kanker di masa depan. Metode itu sering kita dengar selama setahun ini. Apalagi kalau bukan Vaksin mRNA.

Setelah dikejar dan kembangkan secara besar-besaran untuk membuat vaksin covid, kita membuka pintu baru untuk mengembangkan metode ini. Cara kerjanya pun seperti vaksin covid yang mengajarkan tubuh kita mengenal si virus. Nantinya vaksin mRNA ini akan mengajarkan sistem tubuh kita untuk mematahkan jurus-jurus dari si kanker dan mendeteksi serta menyaring mereka tanpa membahayakan kesehatan kita.

Saat ini obatnya masih dalam status pengembangan dan salah satunya dicoba ke salah satu pasien yang bernama Molly Cassidy, Ia adalah pasien kanker leher yang sudah menyebar hingga mulutnya dan sudah menjalani puluhan tahap pengobatan untuk menghilangkan kanker dalam tubuhnya. Namun 10 hari kemudian kanker kembali ke tubuhnya dan malah menyebar hingga ke paru-paru. Akhirnya Ia mengikut uji coba pengobatan kanker menggunakan vaksin mRNA. Ajaibnya, setelah 7 bulan dan 9 kali suntikan, Ia bisa sembuh dan bersih dari kanker.

Calon obat kanker ini memang mempunyai harapan besar. Selain itu juga banyak metode pengobatan lain yang terus dikembangkan. Tapi itu juga harus melewati banyak tantangan dan pasti tidak akan langsung berhasil.

Bagaimana? Sudah tahu kan alasan kenapa kanker belum ada obatnya sampai sekarang? Kalau begitu, terima kasih dan Salam.
LihatTutupKomentar