Kenapa Kita Bisa Sakit Hati?

Halo sahabat Mas Dezta, jatuh cinta adalah satu-satunya jatuh di bumi yang tidak dipengaruhi oleh gravitasi. Tapi ketika kenyataan tak seindah harapan ada rasa sesak yang perlahan muncul didada. Ngomong-ngomong soal sakit, sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana tubuh kita merespon perasaan patah hati? Dan kenapa sakit hati itu selalu didada?

Sebelum ke sana, kita harus mengerti terlebih dahulu bahwa cinta itu bisa ada karena adanya berbagai bahan kimia yang ada di otak yang membuat kita bisa merasakan jatuh cinta. Nah, jatuh cinta itu membuat kita kecanduan, dan yang namanya candu kalau diputus rasanya akan sakit. Disituasi seperti itu area Anterior Cingulate Cortex pada otak kita menjadi aktif dan membuat kita tidak tenang. Itu karena area Anterior Cingulate Cortex juga lah yang aktif tiap kali kita merasakan rasa sakit dari luka atau cidera. Tapi, kenapa kita sering menyebutnya "sakit hati"? Dan apakah benar sakitnya tuh didada?

Ada penelitian yang menunjukkan kalau ini terjadi karena ada konflik di tubuh kita. Sistem saraf yang membuat jantung kita berdetak cepat dan yang membuat melambat aktif disaat yang bersamaan. Ibaratnya seperti kita menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan. Hal ini memunculkan rasa sakit didada atau leher kita dan inilah yang biasa Kita sebut sebagai "Sakit Hati".

Jika patah hati berlebihan, stresnya dapat membuat kita seperti sakit jantung. Ini karena ketika stres tubuh kita menghasilkan hormon-hormon yang jumlahnya terlalu banyak dan jantung yang terkena imbasnya. Hal ini juga bisa terjadi pada orang yang bahkan tidak punya riwayat penyakit jantung. Depresi juga bisa datang dari orang yang kita sayang, tetapi hati yang lara dan menderita itu adalah naluri alami manusia dan tidak perlu malu untuk mengakui kalau kita tidak baik-baik saja.

Perasaan patah hati timbul dari proses evolusi manusia jutaan tahun lamanya. Dahulu kala, saat manusia hidup di alam terbuka dan banyak binatang buas mengintai, nenek moyang kita hidup secara berkelompok. Fungsinya untuk memudahkan dalam bertahan hidup. Karena pada masa itu manusia akan tangguh kalau bersatu dan lemah kalau terpisah, baik dalam mencari makanan atau dalam hal membesarkan anak. Kesendirian atau dikucilkan dari kelompok membuat peluang bertahan hidup semakin menipis. Nah, sakit hati yang kita rasakan setelah ditinggal sendiri itu menjadi pengingat untuk kita bertahan dengan orang-orang terdekat kita.

Mungkin patah hati karena putus cinta membuat kita pesimis dengan segalanya. Tapi yang perlu kita ingat, untuk selalu menyimpan sejumput cinta dihati kita. Meskipun masih menjadi misteri yang tidak pernah tahu pasti apa jawabannya. Dan banyak kisah cinta menyelamatkan kita dari kejahatan, membuat kita rela mengorbankan apa yang kita suka demi orang lain atau rela vantung tulang untuk melakukan hal sulit dan berbahaya dengan apa yang kita cinta.

Jadi bagaimana? Sudah tahu kan alasan kenapa kita bisa sakit hati dan juga kenapa sakit hati sakitnya didada bukan dikepala. Kalau begitu, terima kasih dan Salam.

LihatTutupKomentar